Scrift tone | Awan hitam

 


DOC : Tree | pixabay.com

 

Awan hitam

Menari di angkasa

Awan hitam

Menutupi cahaya

Awan hitam

Berpaling di keramayan

Awan hitam

Merona di kesunyian

 

Terombang ambing

Dalam barisan

Terombang ambing

Dalam tujuan

Terombang ambing

Dalam lamunan

Hilang dalam bayangan

 

Awan hitam

Menari di kehidupan

Awan hitam

Menutupi rembulan

Awan hitam

Berpaling di kegelapan

Hilang dalam bayangan

Share:

Kolom Sastra

gurupendidikan.co.id


Sastra Indonesia merupakan  unsur  bahasa yang terdapat di dalam bahasa Indonesia, berdasarkan  garis besar nya sastra berarti  bahasa yang indah atau tertata dengan baik, dan gaya penyajian nya menarik, sehingga berkesan di hati pembaca nya. Namun sering kali kita tidak mengerti apa yang di maksud dengan sasta, kebanyakan orang menyamakan antara sastra dan bahasa.

Dalam sastra Indonesia sendiri,  benyak sekali bagian-bagianya. Secara garis besar sastra indonesia terbagi  menjadi dua yaitu sastra lama dan sastra baru/modern. Dari sekian banyak sastra contoh nya seperti puisi, cerpen, novel, pantun, gurindam prosa dan sebagai nya dan di antara  jenis-jenis karya sastra tersebut  memiliki ciri masing-masing, dan tidak bisa di katakan sama.

Maka untuk lebih jelas nya di sini akan kita bahas mengenai defenisi nya masing-masing.


https://id.wikipedia.org/wiki/Sastra


Sastra (Sanskerta: शास्त्र, IAST: śāstra, IPA: /ʃɑstraː/) adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta yaitu shaastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman". Shaastra berasal dari kata dasar śās- atau shaas- (Sanskerta: शास्) yang berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi, dan tra (Sanskerta: त्र) yang berarti alat atau sarana. Teks Sastra juga tidak hanya teks yang berisikan tentang intruksi ajaran, lebih dari itu dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Hal yang perlu diketahui juga ada pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekadar teks. Sementara itu sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra. Karena, sastrawan adalah seorang yang menyukai nuansa puitis dan abstraknya, tidak sekadar teks.Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.


https://serupa.id/sastra-pengertian-sejarah-jenis-fungsi/


Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa.


https://mediaindonesia.com/humaniora/579261/sastra-adalah-pengertian-tujuan-jenis-fungsi-dan-contoh


TIDAK hanya sebatas tulisan di lembaran kertas saja, sastra berperan penting dalam kehidupan manusia. Melalui sastra, manusia dapat menyampaikan aspirasinya kepada orang lain, mulai dari masyarakat hingga pemerintah.


Share:

Sutan Irawansyah

 



Cinta dan berkelana dalam pilihan

pada tanggal Januari 12, 2023

Manusia dalam istilah bahasa Arab diberi nama insan disebabkan mereka mempunyai potensi takhyir, memilih. Antara taat atau maksiat, surga atau neraka, celaka atau bahagia, sedih atau duka, maka manusia dapat memilih nya, mana yang akan mereka ambil disitu mereka akan merasakan akibatnya. Demikian penentuan ujung takdir selalu ada dalam ruang pilihan, manusia diberi potensi untuk menentukan yang mereka inginkan. Jika ingin bahagia yaa surga, jika ingin celaka yaa neraka, sederhana.

Artinya kita diberi ruang oleh Allah antara kita dan takdir diujung jalan. Sebab itu manusia dan Allah selalu ada kerja sama dalam penentuan tardir manusia. Bahagia dan tidak itu tergantung manusia mengambil yang mana? Taat atau maksiat, bahagia atau celaka? Namun bukan berarti berkelana dalam pilihan itu Allah tidak menentukan takdir bagi manusia, kalau tidak menentukan mengapa Allah selalu menghadirkan resiko dari pemilihan nya itu? Dan bahkan Allah sendiri jauh sebelum manusia memilih sudah tahu mana yang akan di pilih oleh mereka. Maka pada akhirnya apa? Kita berlari dari takdir Allah yang satu menuju takdir Allah yang lain, dan semua itu atas kehendak takdir Allah. 

Ketika kita memilih jalan taqwa maka itu takdir Allah, dan tatkala kita memilih jalan durhaka, bentar dulu, itu adalah pilihan mu, meski Allah tau mana yang akan kamu pilih. Karena pada akhirnya tidak ada yang dapat selangkah lebih awal selain selalu dibawah bayang bayang takdir. Itulah mengapa takdir selalu misteri, karena kita di beri pilihan dari beragam macam tawaran. Diberi ruang untuk menyusun cita dan rencana. 

Demikian juga ruang gerak dalam cinta, kita akan selalu di beri ruang untuk memilih. Seperti yang dilakukan seorang perempuan yang mengadu pada Aisyah dan seorang perempuan lain bernama Habibah Binti Sahl. 

Seperti dikisahkan lewat riwaya Imam Al Bukhari sosok Habibah binti sahl ini merupakan istri dari Tsabit ibn Qais yang menghadap pada Nabi lalu mengatakan, "Wahai Rasulullah, aku tidak mencela akhlak dan agamanya, tapi aku aku tidak suka kekufuran dalam Islam." Lalu Nabi menyuruh mengembalikan kebun Tsabit dan Tsabit menerima kemudian menthalaqnya. Dalam redaksi lain Habibah menghadap Nabi dengan berkata, "tampaklah apa yang tidak aku ketahui pada malam pengantin kamu. Aku pernah melihat beberapa orang laki-laju, namun suamiku adalah lelaki yang paling hitam kulitnya, pendek tubuhnya, dan paling jelek wajahnya. Tidak aku temukan kebagusan pada dirinya. Aku tidak mengingkari kebagusan akhlak dan agamanya, wahai Rasulullah. Namun aku takut menjadi kufur jika tak bercerai darinya. Aku takut jika terus menerus bermaksiat padanya karena ketidaktaatan pada suami, dan aku tahu itu menyalahi perintah Allah Swt."

Dalam redaksi Habibah ia mengerti kemampuan dirinya dan tahu segala resiko yang kemungkinan besar akan terjadi sebagai konsekuensi dari bertemuanya realita kondisi yang ia hadapi dengan watak, sifat dan karakter dirinya. Habibah memilih jalan taqwa dengan bercerai dari Tsabit, yang dipilih bukan tanpa resiko. Dan bersuamikan Tsabit pun lebih lebih sulit dia tangguhkan, karena akan menuntut kesabaran yang panjang, dan dia tahu potensi dirinya, bahwa itu tak sanggup dijalani dan berpotensi kufur pada Ilahi Rabbi. Begitulah selalu ada ruang dan ruang itu bernama pilihan-pilihan. 

Alkisah seorang remaja mengadu pada Aisyah karena dinikahkan oleh ayahnya dengan lelaki yang tidak dia sukai karena alasan ingin keluarganya terangkat martabatnya melalui anaknya itu. Lalu Aisyah mengajaknya untuk duduk, hingga tak lama Rasulullah pun datang, kemudian mengutus seseorang untuk memanggilkan ayahnya supaya menghadap Rasulullah. Tatkala ayah itu hadir di hadapan Rasulullah, beliau menyerahkan kembali urusan pernikahan kepada sang gadis. Namun gadis itu berkata, "Wahai Rasulullah sebenarnya aku sudah ridha apa yang dipilihkan ayahku untuk ku. Hanya saja aku ingin memberitahukan, bahwa perempuan memiliki hak dalam masalah ini."

MasyaAllah perempuan ini. Ia menjelaskan bahwa perempuan punya hak dalam menolak pilihan orang tua, namun ada kemuliaan dalam mentaati orang tua. Tentu bukan tanpa resiko, karena memilih jalan kedua, harus membangun cinta sedari awal dari titik ketidaksukaan. Sekali lagi, begitulah selalu ada ruang antara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan. Disini terungkap mengapa takdir selalu msiteri? Karena supaya kita memilih diantara ragam tawaran. 

Namun perlu diingat bahwa memilih mestilah mandiri, kita memiliki hak untuk memilih dan menentukan, jangan ingin dipilihkan apalagi ditentukan, mengapa? Jika yang pertama itu mandiri tapi yang kedua itu di kendalikan. Yang pertama tentu akan memilih sesuai potensi dan kekuatan dirinya dalam menentukan jalan yang akan ditempuh, namun yang kedua dia dipilih bukan karena dirinya sendiri melainkan karena di tentukan oleh bayang bayang orang lain, akhirnya dia terus dalam kesulitan, terseret arus, terbawa gelombang, hal ini terjadi disebabkan tidak merasa memiliki pada pilihan sendiri. Bukan berarti ketika di hadapan pilihan orang tua kita boleh jadi penentang mereka. Bukan, bukan tentang itu, tapi ini tentang kemandirian dalam memilih yang harus di bangun sejak awal agar kita memiliki kuasa pada oilihan kita sendiri. Dimulai dari visi yang jelas hingga menyusun masa depan dengan terencana dan tersusun seapik mungkin. Begitulah jalan cinta selalu berkelana dalam pilihan. Dan itu butuh keberanian. 


Share:

About

Makna Aksara Kata sebuah portal media Sastra maupun bercorak pengetahuan seni dan budaya serta etnik yang dibalut dalam beberapa prosa , fiksi serta bait bait puisi. Penulis melangsungkan beberapa sajaknya pada tahun 2011 sebelum menginjak bangku kuliah 

Makna yang tak pernah punah , dengan artian sebuah persepsi eksposisi mengenai kehidupan yang di algoritmakan secara sebait kata-kata . Makna Aksara Kata memiliki beberapa corak dalam memaparkan hasil penyendiri karyanya. Mulai dari puisi bergaya lama, puisi bergaya baru, atau sajak. Serta kisah naratif, yang memaparkan kehidupan masyarakat Bandung. 

Noerdiansyahheri, seorang pemilik dari portal Makna Aksara Kata. Anak ketiga dari 4 bersaudara ini. Memilih untuk memisahkan setiap sajak sajak yang berceceran pada mesin trend yang dimilikinya, seperti Instagram, tweeter, Facebook, Friendster, serta berkas pada Mesin penyimpanan yang ada. 

Setelah memisahkan beberapa karya selentingan nya. Iya olah dengan media lama yang menurutnya bagus dalam kegiatan akhir pengabdiannya dikampus besar Negeri Sunan Gunung Djati. Penulis berkebangsaan Campuran Selatan Bandung Dan Utara. Kota lahirnya merupakan tempat tragedi Pembantaian pasukan khusus Amerika to Hindia Belanda. Dayeuhkolot, merupakan asal tempat lahirnya. Pada tanggal 23 Maret 1996. Tepat hari peringatan Bandoeng Lautan Api . Meski berbeda tahun 46 , ini menjadikan bahwa semangat hidup dan juangnya selalu tertanam. 

Selain pada Portal Media sastra Heri menulis beberapa karya dengan gaya Ilmiah Religion Studies , dengan Judul Risalah Jalanan. Tulisannya lebih fokus terhadap pemikiran nyeleneh tentang Agama. Banyak karya yang tertulis didalamnya , sekedar santapan siang para mahasiswa bahwa kebijaksanaan merupakan hak cipta agama dan artinya. Selain Risalah Jalanan, Penulis memiliki catatan khusus mengenai langit dan kegiatannya, ada portal Akar Filsafat dengan berjudul Peristrosophia. Merupakan hasil karyanya yang ia dedikasikan kepada seluruh mahasiswa didunia. Ketang kebijaksanaan hasil pemikiran yang dimusyawarahkan. Hal ini menjadikan dirinya menemukan puncak pada popularitas. 

Seorang Mahasiswa yang religiis harmonis interaktif profesional, seni dalam kehidupannya. "Kemarin itu adalah sejarah , Masa depan mu itu pasti. Makna Aksara Kata merupakan sajian lengkap ketika selesai pengabdian bersama anak-anak jalannya yang diasuh. Maupupun kegiatan kosongnya sehabis menguruskan grup Tradisional Instrumen (KAJAGAL) , dan Rumah Buku, sebagai Hamparan Inspirasi dalam berkarya sastra. 

Semoga penikmatnya menjadikan setiap lapisan kehidupan masyarakat menjadi faham terhadap kehidupan yang memikirkannya atau pikirannya yang memikirkan dirinya.

Salam Makna Yang Tak akan pernah Musnah.

Bandung, 23 Mei . 14.33 Wib 

Abad Kedua Dalam Kehidupan.

Share:

Contact

 

Profil · Kreator digital




Name : Heri Nurdiansyah


Email : Herinurdiansyah175@gmail.com


             Herinurdiansya998@yahoo.com


No/Telphone : +62 89647139901


Alamat : West Java, Bandung 40258. Indonesia.

Corporate Executive Officer di -=KATROCKERS=-

Talent Artistik Musikal Editional di Imah Seniman Resort,Bandung

Phyra Company

Tinggal di Dayeuhkolot, Indonesia


Noerdieansyahheri

ECHRI CINEMA

Noerdiansyahheri

noerdiansyahheri

Noerdiansyahheri

Heri Nurdiansyah

Noerdiansyahheri

Ir. Ra. H. Heri Nurdiansyah

peristrosophia.blogspot.com

maknaaksarakata.blogspot.com

mustahiq.or.id

facebook.com/mustahiq_bandung-103885507963841

noerdiansyahheri.blogspot.com

risalahjalanan.com

Share:

Jalani Aja Dulu.

 

DOC : Pexel.com


| Dua insan manusia, dipertemukan pada waktu yang tepat, tumbuh rasa ragu , dari permasalahan yang dulu, keluarga merestui, tapi orang banyak mencibir. Mereka memaksakan untuk jalani aja terlebih dahulu.

Terkapai dalam pelukan
Tersyum merona pipimu
Terbesit sebuah harapan
Tentang waktu yang telah lama berlalu

Pikirku, ragumu adalah senyuman
Karena kesalahan aku yang dahulu
Desah mu, adalah sebuah cacian

Padahal mereka mengetahui

Tersyum merona pipimu
Terbesit sebuah harapan
Tentang waktu yang telah lama berlalu

Meski banyak orang yang mencibir.

Share: